Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan

pengertian puisi

PUISI adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.

Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru

Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.

Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga ada bemacam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.

Dibeberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut.
artikel terkait:
artikel lainnya:


AGAR CEPAT TERINDEX GOOGLE,YAHOO DAN BING
email gratis versi bahasa madura
definisi email
email gratis anyail
ilmu tajwid
Jangan Asal menafsirkan AL Qur'an
cara membuat read more
tips untuk blogger newbie
lagu untuk cintaku yang disana
macam macam penyedia gratis
full download google chrome 100% free
beberapa istilah dalam bahasa indonesia
Verifikasi dan empiris
puisi buat kekasih rahasiaku
agar Blog SEO Friendly
membuat kotak scoll
email is the best
email terbaik 2011
download kitab tajwid yang berkualitas bagus
Download IDM Full Version Gratis
blogger kok gitu
Definisi Persepsi
Kosakata
2 artikel curhatku
kelebihannya orang madura dengan orang jawa
read more blogspot terfavorit
email unik dan gratis namun bagus
membuat link di gadget TEKS atau HTML
blogger yang tidak disukai
email gmail,yahoo dan hotmail
istilah istilah dalam bahasa madura
download template yang tidak bikin lelet
cara memasang template
membuat post komentar
buat read more di blogspot
generator template dan penyedia kode template
membuat Read More atau baca selanjutnya
pantun madura
kotak scroll yang bagus untuk artikel terkait
pengertian pantun
pengertian majas



read more

pengertian pantun

assalamualaikum.wr.wb.
PENGERTIAN PANTUN

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih).

sumber:wikipedia indonesia
artikel terkait:

AGAR CEPAT TERINDEX GOOGLE,YAHOO DAN BING
email gratis versi bahasa madura
definisi email
email gratis anyail
ilmu tajwid
Jangan Asal menafsirkan AL Qur'an
cara membuat read more
tips untuk blogger newbie
lagu untuk cintaku yang disana
macam macam penyedia gratis
full download google chrome 100% free
beberapa istilah dalam bahasa indonesia
Verifikasi dan empiris
puisi buat kekasih rahasiaku
agar Blog SEO Friendly
membuat kotak scoll
email is the best
email terbaik 2011
download kitab tajwid yang berkualitas bagus
Download IDM Full Version Gratis
blogger kok gitu
Definisi Persepsi
Kosakata
2 artikel curhatku
kelebihannya orang madura dengan orang jawa
read more blogspot terfavorit
email unik dan gratis namun bagus
membuat link di gadget TEKS atau HTML
blogger yang tidak disukai
email gmail,yahoo dan hotmail
istilah istilah dalam bahasa madura
download template yang tidak bikin lelet
cara memasang template
membuat post komentar
buat read more di blogspot
generator template dan penyedia kode template
membuat Read More atau baca selanjutnya
pantun madura
kotak scroll yang bagus untuk artikel terkait
pengertian majas




read more

pengertian majas

assalamualaikum.wr.wb.saya sangat prihatin mengingat turunnya mutu bahasa indonesia,jangankan dalam pembicaraan,dalam penulisan disekolah saja sudah biasa di singkat dan tidak memakai peraturan yang semustinya.
maka dari itu saya memosting artikel ini,selain untuk arsip pribadi saya juga berharap bermanfaat buat semua masyarakat indonesia.langsung saja,yok belajar bahasa indonesia!!!
PENGERTIAN MAJAS

Majas atau gaya bahasa adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis

majas perbandingan
  1. Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
  2. Contoh:Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
  3. Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
  4. Contoh: Sudah dua hari ia tidak terlihat batang hidungnya.
  5. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai". contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
  6. Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll. contoh: Waspadalah terhadap lintah darat
  7. Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
  8. Sinestesia: Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.
  9. Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
  10. Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
  11. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
  12. Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
  13. Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.
  14. Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
  15. Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia.
  16. Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
  17. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
  18. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
  19. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
  20. Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
  21. Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
  22. Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
  23. Perifrasa: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
  24. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
  25. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
  26. Asosiasi: perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama.

 majas sendirian
  1. Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
  2. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
  3. Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
  4. Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
  5. Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.
 majas penegasan
  1. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
  2. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
  3. Repetisi: Perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
  4. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
  5. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
  6. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yang sejajar.
  7. Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
  8. Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
  9. Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
  10. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
  11. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
  12. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
  13. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
  14. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
  15. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
  16. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
  17. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
  18. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
  19. Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
  20. Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
  21. Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
  22. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
  23. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
  24. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
  25. Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu. 
majas pertentangan

  1. Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
  2. Oksimoron: Paradoks dalam satu frasa.
  3. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
  4. Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
  5. Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya. 
terima kasih sudah membaca artikel ini,semoga bermanfaat.
rujukan:
 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2007. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Tera, Yogyakarta.
sumber wikipedia indonesia
artikel lainnya:

AGAR CEPAT TERINDEX GOOGLE,YAHOO DAN BING
email gratis versi bahasa madura
definisi email
email gratis anyail
ilmu tajwid
Jangan Asal menafsirkan AL Qur'an
cara membuat read more
tips untuk blogger newbie
lagu untuk cintaku yang disana
macam macam penyedia gratis
full download google chrome 100% free
beberapa istilah dalam bahasa indonesia
Verifikasi dan empiris
puisi buat kekasih rahasiaku
agar Blog SEO Friendly
membuat kotak scoll
email is the best
email terbaik 2011
download kitab tajwid yang berkualitas bagus
Download IDM Full Version Gratis
blogger kok gitu
Definisi Persepsi
Kosakata
2 artikel curhatku
kelebihannya orang madura dengan orang jawa
read more blogspot terfavorit
email unik dan gratis namun bagus
membuat link di gadget TEKS atau HTML
blogger yang tidak disukai
email gmail,yahoo dan hotmail
istilah istilah dalam bahasa madura
download template yang tidak bikin lelet
cara memasang template
membuat post komentar
buat read more di blogspot
generator template dan penyedia kode template
membuat Read More atau baca selanjutnya
pantun madura
kotak scroll yang bagus untuk artikel terkait



read more

Beberapa istilah dalam bahasa indonesia

Beberapa istilah dalam bahasa indonesia
akronim : kependekan yang merupakan gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis atau dilafalkan sebagai kata yang wajar (misal mayjen mayor jenderal, rudal peluru kendali, sidak inspeksi mendadak)
aliterasi : sajak awal (untuk mendapatkan efek kesedapan bunyi), pengulangan bunyi konsonan dari kata-kata yang berurutan.
antonim : kata yang berlawanan makna dengan kata lain
asisten : orang yang membantu seseorang dalam melaksanakan tugas profesional (dalam suatu pekerjaan).
Asonansi : perulangan bunyi vokal dalam deretan kata; purwakanti.
bantaran : jalur tanah pada kanan kiri sungai; antara sungai dan tanggul
bende : canang
biografi : riwayat hidup; buku yang menguraikan riwayat hidup seorang tokoh
cagar alam : daerah kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang ( flora dan fauna) yang terdapat di dalamnya dilindungi oleh undangundang dari bahaya kepunahan; suaka alam
dedikasi : pengoraban tenaga dan waktu untuk berhasilnya suatu usaha atau tujuan mulia; pengabdian
denotasi : hubungan semantik antara satuan bahasa dan benda yang diterapi oleh satuan bahasa itu.
Desentralisasi : tata pemerintahan yang lebih banyak memberikan kekuasaan kepada pemerintah daerah; penyerahan sebagian wewenang pimpinan kepada bawahan
Deskripsi : pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelasdan terinci; uraian
dongeng : cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadianzaman dahulu yang aneh-aneh)
efektif : ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya; manjur ataumujarab (tentang obat); dapat membawa hasil, berhasil guna (tentang usaha atau tindakan); mulai berlaku
efisien : tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya); mampu menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya)
fabel : cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang
Farmasi : cara dan teknologi pembuatan obat serta cara penyimpanan, penyediaan, dan penyalurannya
frasa : gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif (misalnya gunung tinggi disebut frasa karena murpakan konstruksi nonpredikatif)
glamor : serba gemerlapan
grafitasi : kekuatan (daya tarik) bumi
horizontal : terletak pada garis atau bidang yang tegak lurus terhadap vertikal
imaji : sesuatu yang dibayangkan dalam pikiran; bayangan
imajinasi : daya pikir untuk membayangkan ( dalam angan-angan) atau menciptakan gambar-gambar (lukisan, karangan); khayalan
instansi : badan pemerintahan umum (seperti jawatan, kantor)
intensif : secara sungguh-sungguh (giat dan secara mendalam) untuk memperoleh efek yang maksimal, terutama untuk memperoleh hasil yang diinginkan dalam waktu yang lebih singkat
intonasi : lagu kalimat; ketepatan penyajian tinggi rendah nada (dari seorang penyanyi)
jeda : waktu berhenti sebentar; waktu istirahat; hentian sebentar dalam ujaran
klinik : rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat; balai pengobatan khusus; oragnisasi kesehatan yang bergerak di dalam penyediaan pelayanan kesehatan
kompetensi : kewenangan (kekuasaan ) untuk memutuskan sesuatu
konotasi : tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata
konteks : bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian
konversi : perubahan dari sistem pengetahuan ke sistem yang lain; perubahan pemilikan atas suatu benda, tanah dan sebagainya
kritis : gawat, genting, tentang suatu keadaan, keadaan yang menentukan tentang berhasil atau gagalnya suatu usaha; bersifat tidak lekas dapat percaya; bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; tajam dalam penganalisisan
latar : permukaan; halaman; rata; datar; dasar warna; keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra
manuver : gerakan yang tangkas dan cepat dari pasukan (kapal dsb) dalam perang;
metabolisme : pertukaran zat pada organisme yang meliputi proses fisika dan kimia, pembentukan dan penguraian zat di dalam tubuh yang memungkinkan berlangsungnya; proses perputaran, gerak berputar;
mimik : peniruan dengan gerak-gerik anggota badan dan raut muka
moderator : orang yang bertindak sebagai penengah (hakim, wasit, dsb); pemimpin sidang (rapat, diskusi) yang menjadi pengarah pada acara pembicaraan atau pendiskusian masalah; alat pada mesin yang mengatur atau mengontrol aliran bahan bakar atau sumber tenaga
musisi : musikus; orang yang mencipta, memimpin atau menampilkan musik, pencipta atau pemain musik
narasi : penceritaan suatu cerita atau kejadian; cerita atau deskripsi dari suatu kejadian atau peristiwa; kisahan
narasumber : orang yang memberi (mengetahui secara jelas atau menjadi sumber) informasi; informan
otoritas : hak untuk bertindak; kekuasaan; wewenang; kekuasaan yang sah yang diberikan kepada lembaga masyarakat yang memungkinkan para pejabatnya menjalankan fungsinya; hak melakukan tindakan atau hak membuat peraturan untuk memerintah orang lain
polisemi : bentuk bahasa (kata, frasa, dsb) yang mempunyai makna lebih dari satu
proporsional : sebanding, seimbang, berimbang,
realitas : kenyataan
refleksi : gerakan, pantulan di luar kemauan(kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar
regresi : penyusutan luas (air) laut yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu;
relevan : kait-mengait; bersangkut-paut
relevansi : hubungan; kaitan
artikel terkait:


read more

kelebihan bahasa jawa dengan bahasa indonesia dan madura

setelah membahas kelebihan orang madura dengan orang jawa sekarang aku akan membahas kelebihan bahasa jawa dengan bahasa indonesia dan madura.
1. bahasa jawa banyak digunakan untuk memaknai kitab,sepengetahuanku didaerahku banyak pondok yang menggunakan bahasa jawa
ternyata alasannya karna bahasa jawa memiliki lebih banyak kalimat atau kosakata
2. bahasa jawa paling enak dibuat bahasa komonikasi dengan pasangan atau untuk merayu si doi (katanya sih...mujarab buat meluluhkan hatinya)
3. banyak lafadh lafadh jampi jampi atau rapalan aji ajian menggunakan bahasa jawa dibandingkan bahasa indonesia dan madura
4. tambahi sendiri saja deh,berhubung masih kekurangan bahan aku cukupkan disini wes semoga manfaat tapi jangan belajar bahasa jawa disini karna aku sendiri kurang faham bahasa jawa
wassalam
read more

Kosakata

Kosakata (Inggris: vocabulary) adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatubahasa tertentu. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut atau semua kata-kata yang kemungkinan akan digunakan oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru. Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelejensia atau tingkat pendidikannya. Karenanya banyak ujian standar, seperti SAT, yang memberikan pertanyaan yang menguji kosakata.

Penambahan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan bagian penting, baik dari proses pembelajaran suatu bahasa ataupun pengembangan kemampuan seseorang dalam suatu bahasa yang sudah dikuasai. Murid sekolah sering diajarkan kata-kata baru sebagai bagian dari mata pelajaran tertentu dan banyak pula orang dewasa yang menganggap pembentukan kosakata sebagai suatu kegiatan yang menarik dan edukatif
sumber:
read more

Istilah Istilah Dalam Bahasa Madura

Istilah Istilah Dalam Bahasa Madura
istilah istilah yang biasa digunakan dalam bahasa madura mengenai sifat keturunan.
1.aing agili ka onjur.
air mengalir ke hilir.
anak biasanya mewarisi sifat orang tuanya.
begitu juga dengan kalimat:
bue tak jewu geggereh.
buah tidak jauh jatuhnya.
2.toronnah olar lajing.
biasanya ditujukan kepada orang yang mempunyai orang tua atau kakek yang sakti.
3.ngalak kagrumbeneh.
ini bahasa yang sangat kasar,biasanya ditujukan kepada orang yang jahat atau kurang ajar yang orang tuanya juga begitu.
Bersambung

read more

pantun madura

pantun madura buat orang yang punya tunangan masih kecil.
koceng koros neng atas papan
kajuh bengkal ekrobeng rengngik
lanceng koros benni laguneh korang ngakan
mekereh bekal laguneh gik nikkenik
terjemahan kebahasa indonesia:
kucing kurus ada diatas papan.
kayu bengkal dikerumuni nyamuk.
pemuda kurus bukan karna kurang makan
mikiri tunangan masih kecil.

pantun untuk penutup dari perkataan atau pidato:
kleppon ceththoth guleh mera
sala lopot nyoon sepora
untuk kali ini cukup dulu ya...

artikel lainnya:
  1. bahasa madura
  2. belajar bahasa madura
  3. pantun madura bagian 2
  4. pantun madura 3
  5. puisi buat kekasih terbaikku
  6. kumpulan pantun
  7. pengertian puisi
  8. pengertian pantun
  9. pengertian majas


read more

madura,bawean,melayu dll

Bawean

Bahasa Bawean ditengarai sebagai kreolisasi bahasa Madura, karena kata-kata dasarnya yang berasal dari bahasa ini, namun bercampur aduk dengan kata-kata Melayu dan Inggris serta bahasa Jawa karena banyaknya orang Bawean yang bekerja atau bermigrasi ke Malaysia dan Singapura, Bahasa Bawean memiliki ragam dialek bahasa biasanya setiap kawasan atau kampung mempunyai dialek bahasa sendiri seperti Bahasa Bawean Dialek Daun, Dialek Kumalasa, Dialek Pudakit dan juga Dialek Diponggo. Bahasa ini dituturkan di Pulau Bawean, Gresik, Malaysia, dan Singapura. Di dua tempat terakhir ini bahasa Bawean dikenal sebagai Boyanese. Intonasi orang Bawean mudah dikenali di kalangan penutur bahasa Madura. Perbedaan kedua bahasa dapat diibaratkan dengan perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia, yang serupa tapi tak sama meskipun masing-masing dapat memahami maksudnya. Contoh-contoh:
eson atau ehon = aku (sengkok/engkok dalam bahasa Madura)
kalaaken = ambilkan (kalaagghi dalam bahasa Madura)
trimakasih = terimakasih (salengkong / sakalangkong / kalangkong dalam Bahasa Madura)
adek = depan (adek artinya dalam bahasa Madura
perbandingan dengan bahasa melayu
Bahasa Bawean juga banyak yang sememangnya sama dengan Bahasa Melayu, contohnya:
Dapur (baca: Depor) = Dapur
Kanan = Kanan
Banyak (baca: benyyak) = Banyak
Masuk = Masuk
Suruh = Suruh

Perbedaan imbuhan di depan, contohnya:
Ngakan = Makan
Nginum = Minum
Arangkak = Merangkak
Tojuk-tojuk =Duduk-duduk
Asapoan = Nyapu
Acaca = Bicara

Konsonan [j] biasanya ditukar ke [d͡ʒ], seperti:
Bajar (baca: Bejer) = Bayar
Lajan (baca: Lajen) = Layan
Sembhajang (baca: sembejeng) = Sembahyang

Konsonan [w] di pertengahan pula ditukar ke konsonan [b], seperti:
Bhabang (baca: Bebeng)= Bawang

perbandingan dengan bahasa jawa

Perkataan yang sama dengan bahasa Jawa:

Bahasa Jawa = Bahasa Bawean
Kadung = Kadung (Bahasa Melayu = Terlanjur)
Peteng = Peteng (Bahasa Melayu = Gelap)

Konsonan [w] di pertengahan pula ditukar ke konsonan [b], seperti:

Bahasa Jawa ~ Bahasa Bawean
Lawang = Labang(baca Labeng) (Bahasa Melayu = Pintu)

Konsonan [j] di pertengahan pula ditukar ke konsonan [d͡ʒ], seperti:
Payu = paju (Bahasa Melayu = Laku)
read more

Bahasa Madura

Bahasa Madura adalah bahasa yang digunakan Suku Madura. Bahasa Madura mempunyai penutur kurang lebih 16 juta orang, dan terpusat di Pulau Madura, Ujung Timur Pulau Jawa atau di kawasan yang disebut kawasan Tapal Kuda terbentang dari Pasuruan, Surabaya, Malang, sampai Banyuwangi, Kepulauan Masalembo, hingga Pulau Kalimantan.

Bahasa Kangean, walau serumpun, dianggap bahasa tersendiri.

Di Pulau Kalimantan, masyarakat Madura terpusat di kawasan Sambas, Pontianak, Bengkayang dan Ketapang, Kalimantan Barat, sedangkan di Kalimantan Tengah mereka berkonsentrasi di daerah Kotawaringin Timur, Palangkaraya dan Kapuas. Namun kebanyakan generasi muda Madura di kawasan ini sudah hilang penguasaan terhadap bahasa ibu mereka.
Kosakata
Bahasa Madura merupakan anak cabang dari bahasa Austronesia ranting Malayo-Polinesia, sehingga mempunyai kesamaan dengan bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia.

Bahasa Madura banyak terpengaruh oleh Bahasa Jawa, Melayu, Bugis, Tionghoa dan lain sebagainya. Pengaruh bahasa Jawa sangat terasa dalam bentuk sistem hierarki berbahasa sebagai akibat pendudukan Mataram atas Pulau Madura. Banyak juga kata-kata dalam bahasa ini yang berakar dari bahasa Indonesia atau Melayu bahkan dengan Minangkabau, tetapi sudah tentu dengan lafal yang berbeda.

Contoh :
bhileh (huruf "a" dibaca [e] (info)) sama dengan bila = kapan
oreng = orang
tadha' = tidak ada (hampir sama dengan kata tadak dalam Melayu Pontianak)
dhimma (baca: dimmah) = mana? (hampir serupa dengan dima di Minangkabau)
tanyah = sama dengan tanya
onggu = sungguh, benar (dari kata sungguh)
Kamma (baca: kammah mirip dengan kata kama di Minangkabau)= kemana?
Sistem pengucapan
Bahasa Madura mempunyai sistem pelafalan yang unik. Begitu uniknya sehingga orang luar Madura yang berusaha mempelajarinyapun mengalami kesulitan, khususnya dari segi pelafalan tadi.

Bahasa Madura mempunyai lafal sentak dan ditekan terutama pada konsonan [b], [d], [j], [g], jh, dh dan bh atau pada konsonan rangkap seperti jj, dd dan bb . Namun demikian penekanan ini sering terjadi pada suku kata bagian tengah.

Sedangkan untuk sistem vokal, Bahasa Madura mengenal vokal [a], [i], [u], [e], [ə] dan [o].
Tingkatan Bahasa
Bahasa Madura sebagaimana bahasa-bahasa di kawasan Jawa dan Bali juga mengenal Tingkatan-tingkatan, namun agak berbeda karena hanya terbagi atas tiga tingkat yakni:
Ja' - iya (sama dengan ngoko)
Engghi-Enthen (sama dengan Madya)
Engghi-Bunthen (sama dengan Krama)

Contoh :
Berempa' arghena paona?: Mangganya berapa harganya? (Ja'-iya)
Saponapa argheneppon paona?: Mangganya berapa harganya? (Engghi-Bunthen)
Dialek-dialek Bahasa Madura


Bahasa Madura juga mempunyai dialek-dialek yang tersebar di seluruh wilayah tuturnya. Di Pulau Madura sendiri pada galibnya terdapat beberapa dialek seperti:
Dialek Bangkalan
Dialek Sampang
Dialek Pamekasan
Dialek Sumenep, dan
Dialek Kangean

Dialek yang dijadikan acuan standar Bahasa Madura adalah dialek Sumenep, karena Sumenep di masa lalu merupakan pusat kerajaan dan kebudayaan Madura. Sedangkan dialek-dialek lainnya merupakan dialek rural yang lambat laun bercampur seiring dengan mobilisasi yang terjadi di kalangan masyarakat Madura. Untuk di pulau Jawa, dialek-dialek ini seringkali bercampur dengan Bahasa Jawa sehingga kerap mereka lebih suka dipanggil sebagai Pendalungan daripada sebagai Madura. Masyarakat di Pulau Jawa, terkecuali daerahSitubondo, Bondowoso, dan bagian timur Probolinggo umumnya menguasai Bahasa Jawa selain Madura.

Contoh pada kasus kata ganti "kamu":
kata be'en umum digunakan di Madura. Namun kata be'na dipakai di Sumenep.
sedangkan kata kakeh untuk kamu lazim dipakai di Bangkalan bagian timur dan Sampang.
Heddeh dan Seddeh dipakai di daerah pedesaan Bangkalan.

Khusus Dialek Kangean, dialek ini merupakan sempalan dari Bahasa Madura yang karena berbedanya hingga kerap dianggap bukan bagian Bahasa Madura, khususnya oleh masyarakat Madura daratan.

Contoh:
akoh: saya (sengko' dalam bahasa Madura daratan)
kaoh: kamu (be'en atau be'na dalam bahasa Madura daratan)
berrA' : barat (berre' dengan e schwa dalam bahasa Madura daratan)
morrAh: murah (modhe dalam bahasa Madura daratan)
belajar bahasa madura
read more